Social Icons

Kekuasaan & Cita-cita Kaum Muda?

BERITA REDAKSI

PANJI OPOSISI

Vol. 5/Agustus 2008/Hal. 2

Kekuasaan & Cita-cita Kaum Muda?

(Dwi Wijayanto Rio S)

“Berikan Saya 10 Orang Pemuda Yang Memiliki Semangat Berkobar-kobar dan Revolusioner, maka Aku Akan Guncang Dunia”

(Bung Karno, Kongres PNI Tahun 1950)


MERUBAH DUNIA adalah soal semangat, keberanian dan kecerdasan. Begitulah kira-kira di benak kepala Bung Karno tentang kaum muda dan cita-citanya akan perubahan yang mendasar tentang tatanan masyarakat yang berkeadilan.

Adakalanya kita sering temukan jenis-jenis cara berfikir seperti ini, orang tua berfikiran lama/tua, orang tua berfikiran maju/baru, orang muda berfikiran maju/baru, dan anehnya ada lagi, orang muda berfikiran tua/lama. Inilah kenyataan cara berfikir yang dimiliki oleh masyarakat kita, khususnya para insan politik.

Jikapun saat ini banyak berseliweran wacana tentang kepemimpinan muda, maka kita dapat memaknai bahwa hal tersebut tetap berjalan secara proporsional. Berani mewacanakan maka berani juga membuktikannya. Tidak salah jika mengutip pernyataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri, dalam pembukaan Kaderisasi Kader Muda PDI Perjuangan, Taruna Merah Putih, untuk mempersilahkan maju jika berani. Jangan hanya wacana tetapi tidak berani membuktikan, begitu juga pernyataan para politisi yang mengagungkan tentang pentingnya kaum muda tetapi hanya berhenti sebagai retorika politik belaka.

Dalam hal ini Hj Megawati Soekarnoputri masih menempati urutan pertama sebagai pemimpin partai politik yang banyak membawa gerbong kaum muda, sebagaimana yang sudah dilakukan dan disampaikan dalam berbagai kesempatan.

Pemilu 2009 beserta proses dan prospek hasilnya telah melahirkan banyak harapan dari segenap masyarakat Indonesia. Yang pertama, Pemilihan legislatif serta yang kedua, pemilihan presiden diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan dan perwakilan politik yang mencerminkan kehendak rakyat secara luas. Yang kedua, harapan akan darah segar yang mampu lebih berani dan cerdas dalam menangani tantangan sosial kemasyarakatan.

Dua hal tersebut menjadi topik hangat yang menjadi buah bibir di dalam masyarakat. Meskipun di sisi lain kita sangat memahami munculnya apatisme masyarakat terhadap proses politik yang berjalan selama ini. Artinya dua hal tersebut menjadi satu kesatuan dalam konteks kehidupan bermasyarakat saat ini.

Menurut para pemikir dan pemerhati politik dimanapun belahan dunia ini, kekuasaan dimaknai sebagai alat ataupun sarana untuk mencapai cita-cita. Ide, gagasan, apalagi ideologi menjadi omong kosong untuk diterapkan jika tanpa dibumikan melalui kekuasaan (kewenangan yang dimiliki). Begitu juga kekuasaan tanpa diilhami dan dipedomani ide, gagasan dan ideologi hanya akan memunculkan kekuasaan yang pragmatis ataupun kepentingan sesaat saja.

Permasalahan komplek yang sedang dihadapi masyarakat saat ini, setidaknya dapat menjadi cermin bahwa harapan akan perbaikan dan perubahan yang mendasar menjadi keinginan dan harapan masyarakat secara kolektif (bersama). Sekali lagi sarana untuk merubah struktur sosial ekonomi tersebut dapat dilakukan melalui kebijakan negara, yang dalam hal ini ada di dalam kekuasaan, baik legislatif dan eksekutif/presiden. Meskipun pendekatan kulturpun perlu dilakukan sebagai salah satu sarana lainnya.

Dalam konteks ini maka keberadaan kaum muda dapat dibicarakan secara lebih mendalam. Ada 2 hal yang dapat dijadikan bahan perbincangan, pertama sebagai sosok ataupun performance seorang kader muda, dalam rangka membangun apresiasi/respons publik, yang kedua, soal ide-ide dan gagasan akan suatu kebijakan politik yang lebih mendasarkan perubahan secara mendasar. Asumsinya tidak dengan cara pandang yang lama, tetapi dengan cara pandang yang baru, maju dan tentunya konstruktif membangun yang dipedomani oleh nilai-nilai perjuangan yang ada di dalam id3ologi.

Jika kita melihat ke belakang tentang kebijakan negara yang tidak pro rakyat, permasalahan mendasarnya lebih banyak pada kemaun politiknya amat rendah sehingga perilaku politik dan tindakan politiknya ya itu itu saja. Bukan bertindak hanya untuk kepentingan hari ini saja, tetapi bertindak untuk kepentingan hari yang akan datang jua. Begitulah !!!

Tidak ada komentar :