Social Icons

Harusnya Pers Tetap Kritis dan Berpihak Terhadap Warga

BERITA TOKOH

PANJI OPOSISI

Vol. 5/Agustus 2008/Hal.5

Harusnya Pers Tetap Kritis dan Berpihak Terhadap Warga


PEMBERITAAN media cetak maupun elektronik akhir-akhir ini yang gencar memunculkan banyak berita nampaknya masih tetap harus dikritisi. Satu sisi media diharapkan dapat terus memuat banyak peristiwa di atas muka bumi ini, tetapi di satu sisi lainnya pers Sangat diharapkan dapat berbuat lebih dari itu, yaitu memperjuangkan nilai-nilai keberpihak terhadap warga.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, WA William Yani, mengatakan bahwa sekarang banyak pers tidak jelas orientasinya. Kadang mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, tetapi di sisi lain cepat beralih ke pemberitaan lain yang akhirnya terkesan menutupi berita sebelumnya.

“Saya tidak bermaksud curiga, tetapi ada banyak pers kok agak nggak jelas, contohnya ketika berita kenaikan BBM cepat hilang hanya karena kasus FPI di Monas” imbuhnya. Kondisi warga masyarakat yang banyak mendapatkan ketidakadilan kebijakan negara seperti kemiskinan, kesenjangan, dll juga banyak luput dari pers.

Wajar dan lumrah jika pengawasan terhadap pers juga dipergiat oleh kalangan masyarakat. Jangan sampai karena (maaf) order, malah menghilangkan fungsi utama pers sebagai media pembebasan warga. Apalagi banyaknya kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat harusnya menjadi perhatian berita di kalangan pers.

Komersialisasi pers tetap dapat diberikan toleransi sepanjang tidak menghilangkan watak kritisnya sebagai jurnalis. (Red)

Tidak ada komentar :