Social Icons

Nonton Bareng & Gotong Royong?


Nonton Bareng & Gotong Royong?

(Dwi Wijayanto Rio S)

DUA PULUH SEMBILAN JUNI lalu menjadi hari paling dinantikan oleh penggila bola di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dimana-mana bersiap untuk nonton partai final Piala Eropa 2008 yang menampilkan antara Tim Spanyol dan Tim Jerman, pertarungan 2 tim elit eropa yang penuh gengsi.

Bahkan berbagai media massa, baik koran maupun elektronik menampilkan analisis yang mendalam tentang prediksi jalannya partai puncak turnamen tersebut. Akhirnya kita tahu bahwa kesebelasan Spanyol mampu tampil juara sekaligus menegaskan sebagai tim yang paling konsisten pola permainan maupun hasilnya yaitu bermain cantik dan tidak terkalahkan.

Bukan itu saja, selama 3 (tiga) minggu penuh, mulai 7-29 Juni 2008, masyarakat tersihir oleh aroma turnamen bola Piala Eropa tersebut. Nonton bareng menjadi satu kata dan kalimat yang sering muncul dimana-mana, dari yang bentuknya nonton bareng di rumah oleh beberapa orang sampai nonton bareng di area lahan yang lebih luas menggunakan layar lebar. Termasuk usaha bisnis memanfaatkan momentum ini dengan membuka paket nonton bareng di cafe yang telah disiapkan sebaik mungkin.

DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur pun tidak mau kalah, bahkan sejak pembukaan Piala Eropa sudah membuka nonton bareng di halaman lahan parkir dengan layar lebar 4x6 meter. Setiap malam ratusan warga sekitar beserta pengurus partai yang mampir nonton bareng hadir bersama-sama. Tentunya ini berkat kerja gotong royong rekan-rekan satgas dan staff sekretariat. Meskipun sejujurnya saya sangat kecewa karena tim unggulan saya dari Eropa Timur (Russia, Kroasia, Ceko, Romania & Polandia) tidak ada satupun yang masuk partai final, tetapi suasana gotong royong sangat saya nikmati.

Kemudian pertanyaannya apa hubungan antara nonton bareng dengan gotong royong? Ya tentunya ada donk, coba bayangkan saja kalau nonton bareng tetapi pengerjaannya hanya dilakukan satu orang, termasuk nontonnya. Ini sudah menjadi satu kesatuan, antara berkumpul bersama-sama melalui proses dan hasilnya suatu kegiatan yang dilakukan.

Apalagi nonton bareng yang marak dalam Piala Eropa tersebut berlangsung selama bulan Juni, yang selama ini kita kenal dan selalu diperingati sebagai harinya Pancasila dan Bung Karno. Karena hakikat Pancasila yang di gagas Bung Karno pada 1 Juni 1945 tersebut adalah konsep tentang membangun negara dan masyarakat-

gotong royong. Bung Karno pernah kemukakan bahwa jika Pancasila mau diperas menjadi tiga, namanya Trisila, dan kalaupun harus diperas satu namanya Ekasila atau yang lebih dikenal sebagai gotong royong.

Inilah yang bisa gambaran bahwa nonton bareng yang berlangsung selama bulan Juni 2008 ada hubungannya dengan gotong royong. Jadi lebih dilihat sebagai kegiatan praksis masyarakat yang tersadarkan maupun tak tersadarkan tersebut telah mengandung makna mendalam tentang filosofi cara hidup gotong royong yang telah mentradisi berabad-abad.

Dengan kondisi masyarakat perkotaan seperti Jakarta termasuk di Jakarta Timur, maka nilai-nilai gotong royong beserta tindakan praksisnya menjadi pelepas dahaga dari tradisi cara hidup yang semakin invidualistik. Bayangkan saja dengan dunia hidup yang semakin pragmatis ditambah lagi kesulitan hidup yang semakin melilit membuat masyarakat perkotaan semakin pragmatis. Seakan antara kegembiraan dan kesulitan hidup hanya dirasakan sendiri-sendiri alias masing-masing, sebuah ironi memang.

Saya sampai terharu pada saat di awal menyiapkan acara nonton bareng, rekan-rekan bergotong royong, dari yang menyumbang kopi sebungkus dua bungkus, kain putih, makanan rebus-rebusan, air mineral, dll. Andaikan saja kegotong royongan yang terjadi dalam kegiatan nonton bareng ini dapat terjadi di semua lini kehidupan masyarakat termasuk dunia politik mungkin bangsa ini akan menatap kejayaan yang semakin dekat. Andaikan Bung Karno dan para pendiri bangsa dapat menyaksikan, tentunya akan senyum dan gembira.

Cahaya terang di ujung lorong tetap menjadi secercah harapan kita bersama, bahwa apapun niat baik pasti tetap ada ruang dan peluang, jika itu konsisten kita mau mencapainya. Kita pasti bisa bung !!!

Tidak ada komentar :