Social Icons

MEGAWATI & PDI PERJUANGAN PALING POPULER


MEGAWATI & PDI PERJUANGAN PALING POPULER


KEBERADAAN oposisi secara konsisten yang dipertunjukkan oleh PDI Perjuangan dibawah kepemimpinan Hj Megawati Soekarnoputri menuai hasil. Kebijakan yang pro rakyat yang selama ini diperankan oleh kader-kader PDI Perjuangan telah memunculkan sikap empati masyarakat terhadap PDI Perjuangan dan tentunya Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai sang pemimpin yang nobene adalah calon presiden RI dalam Pemilu 2009.

Berbagai hasil survei menunjukkan bahwa PDI Perjuangan sebagai Partai Oposisi, paling diminati oleh masyarakat. Apalagi dengan kerja keras yang dilakukan oleh kader-kader PDI Perjuangan diberbagai lini telah banyak mendongkrak popularitas PDI Perjuangan.

Bahkan akhir-akhir ini hasil survei menunjukkan, Hj Megawati Soekarnoputri berhasil tampil sebagai calon presiden paling populer. Senafas dengan semakin merosotnya dukungan publik terhadap Presiden SBY sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak menyentuh kepentingan rakyat. Salah satu lembaga-

survei Indo Barometer mengumumkan hasil surveinya yaitu Megawati (30,4%) dan SBY (20,7 %), ini artinya jika Pemilihan Presiden dilakukan hari ini (29 Juni 2008) maka pemenanganya adalah Hj. Megawati Soekarnoputri (Kompas, 30/06/08)

Sedangkan popularitas PDI Perjuangan sebagai partai yang paling diminati sudah berlangsung sejak jauh hari, yaitu sekitar 2-3 tahun ini. Ini semakin menegaskan bahwa popularitas yang didapatkan oleh Hj Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan bukan saja sekedar hanya tebar pesona belaka, tetapi berbasiskan pada tebar kinerja. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil statistik evaluasi kinerja kader PDI Perjuangan, baik yang ada di struktur partai maupun di legislatif dan eksekutif (kepala daerah) di seluruh nusantara, termasuk tentunya di Jakarta Timur.

Hj Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan bukan sekedar populer tetapi juga populis, artinya mampu secara nyata menyuarakan dan memperjuangan masyarakat yang membutuhkan tindakan politik yang berpihak pada pro rakyat. Bukan sekedar basa-basi, kalau di pemerintah oposisi ya di legislatif pun oposisi, kalau ada kebijakan yang tidak pro rakyat ya harus di kritik, kalau rakyat sedang gundah ya PDI Perjuangan selalu hadir di tengahnya.

Dalam berbagai kesempatannya, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Pramono Anung menyatakan bahwa sejak PDI Perjuangan melakukan evaluasi pasca Pemilu 2004 dan hasil Kongres II tahun 2005, arah menjadi Partai modern yang berwatak Kerakyatan semakin nyata. Saat ini PDI Perjuangan telah berupaya keras untuk membangun sistem (system building) di dalam organisasi partainya. Sebagai contoh saat ini bagi kader PDI Perjuangan, baik di struktur pengurus partai maupun di legislatif dan eksekutif akan mendapatkan pengawasan yang ketat melalui evaluasi rutin, artinya jika kader partai yang tidak menunjukkan dedikasinya maka akan mendapatkan peringatan atau-

bahkan sanksi dari partai.

Begitu pula bagi kader partai yang telah bekerja keras dan mengabdikan demi perjuangan partai maka akan mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. Sehingga tidak ada lagi cerita lagi bahwa ada orang yang tiba-tiba muncul dan mendapat dukungan untuk mendapatkan jabatan politik. Selain itu keputusan partai dilarang dilakukan hanya perorangan saja, karena tetapi harus melalui proses mekanisme internal partai.

Kejenuhan yang dirasakan masyarakat dengan berbagai kebijakan pemerintah yang banyak merugikan kepentingan rakyat memunculkan kesadaran yang tinggi di kalangan masyarakat, bahwa sesungguhnya memilih bukan sekedar urusan sepele, tetapi menyangkut masa depan nasibnya. Tebar janji dan pesona yang sifatnya sesaat pasti akan menyesatkan. (Red)




Tidak ada komentar :