Social Icons

ISTILAH K i r i

BERITA KITA

PANJI OPOSISI

Vol. 6/September 2008/Hal.4

ISTILAH

K i r i

PERTAMA-TAMA, kita runut dulu sejarah istilah kiri yang menyeramkan ini. Awalnya istilah kiri dan kanan digunakan untuk menunjukkan afiliasi politik seseorang di awal era Revolusi Prancis.

Asal muasalnya sangat sederhana, cuma soal tempat duduk para anggota legislatif di Prancis sana pada tahun 1791. Waktu itu, raja masih jadi kepala negara (dalam konteks formal), dan pendukung kerajaan yang konservatif (kaum feodal) duduk di sebelah kanan ruang sidang legislatif, sedangkan kelompok radikal (kaum Montagnards) duduk di sebelah kiri ruangan.

Pemisahan ini mencerminkan tingkat keberpihakan masing-masing kelompok pada rezim lama (baca: para aristocrat). Maka kala itu kaum kanan adalah kelompok pendukung para aristocrat dan keluarga kera jaan Sedangkan kaum kiri diartikan sebagai kelompok yang menjadi oposisi.

Namun lama kelamaan, pemisahan siapa kiri dan siapa kanan jadi jauh lebih kompleks. Misalnya waktu revolusi Bolshevik rusia, jelas Stalin dan para pendukungnya masuk di golongan kiri.

Di Indonesia, kiri acap kali diartikan secara sempit sebagai PKI/Komunis/Sosialis tanpa mengenali sejarah maupun pemaknaan kata-kata tersebut secara benar. Ya, tidak heran kalau ujungnya jadi salah kaprah tiada tara. Ada baiknya kita mencoba menggali lagi, arti dari tiap-tiap kata yang berseliweran di sekeliling kita, daripada lantas mendekam dalam kebingungan abadi gara-gara indoktrinasi rezim yang gemar berdusta.

Tapi semua kembali pada pilihan masing-masing orang: Apakah hendak menggali tiap kata dan memaknainya dengan merunut sejarah kata itu? Terserah saja, ang penting kita menentukan pilihan itu secara sadar, dan siap dengan segala konsekuensinya. (desiyanti)

Tidak ada komentar :