Social Icons

Ambulance PDI Perjuangan, Tulang Punggung Aksi Sosial

BERITA BASIS
PANJI OPOSISI
Vol. 6/September 2008/Hal. 6

Ambulance PDI Perjuangan, Tulang Punggung Aksi Sosial

MUSIBAH kematian yang dialami anggota warga masyarakat di berbagai pelosok Jakarta Timur membuat kebutuhan akan kendaraan pengangkut jenazah sangat dibutuhkan. Apalagi dengan keterbatasan penyediaan ambulance oleh berbagai institusi pemerintah, belum lagi biaya sewa ambulance yang tidak merata satu dengan yang lainnya.

Pencanangan aksi sosial PDI Perjuangan terhadap warga masyarakat menuntut tindakan aktif segenap jajaran kader partai di setiap pelosok. Karena sifatnya musibah maka datangnya dapat sewaktu-waktu, bisa pagi, bisa siang, bisa sore, bisa malam, bahkan dini hari sekalipun. Memang sampai saat ini ambulance yang dikelola DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur tidak sekedar untuk pengangkutan jenazah, tetapi juga untuk mengangkut pasien dari masyarakat yang sedang membutuhkan, dalam hal ini sakit keras.

Salah satu fungsionaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Jamaludin mengatakan, sampai saat ini terhitung sekitar 12 bulan Ambulance dikelola DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, sudah 109 kali penggunaan oleh masyarakat. Tetapi karena kondisi kendaraan cukup rentan kerusakan maka penggunaan hanya di daerah Jakarta dan sekitarnya saja.

Sebagai contoh di kelurahan Kayu putih, penggunaan Ambulance sudah dilakukan hamper 10 kali, hal ini ditegaskan oleh oleh salah satu Pengurus Ranting PDI Perjuangan setempat, M Nasir, “bukan itu saja-” bahkan saat ini banyak warga masyarakat malah berinisiatif membuat KTA dan menanyakan setiap program kegiatan PDI Perjuangan, artinya masyarakat sangat merasakan” uajarnya. Belum lagi terakhir di Utan Kayu Selatan dikemukakan oleh satu kader PDI Perjuangan, Yuli Susianto, “ditengah belum pastinya pengadaan ambulance yang dibutuhkan salah satu warga kami, ternyata pengajuan Ambulance PDI Perjuangan langsung ditanggapi, saya benear-benar mengucapkan terima ksih” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Ambulance ini dioperasikan oleh pejuang-pejuang partai, diantaranya Bung Damar, Pak Agus, Bung Zulfikar, Bung Lyden, dkk. Meski dengan kondisi terbatas tetapi tetap punya tekad untuk melayani. (Red)

Tidak ada komentar :