Social Icons

Paguyuban Reog Ponorogo

BERITA SOSOK

PANJI OPOSISI

Vol. 5/Agustus 2008/Hal.8


ORGANISASI RAKYAT

Paguyuban Reog Ponorogo

DIDIRIKAN dengan semangat untuk menjaga kelestarian nilai budaya bangsa serta memperat keluarga besar pecinta Reog Ponorogo, akhirnya dengan dipelopori oleh beberapa orang lahirlah Paguyuban Reog Ponorogo di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo pada tahun 1976. Sebagai pimpinan untuk mengkordinir paguyuban dipercayakanlah kepada Bapak Tukimo atau akrab disapa Mbah Mo.

Basis aktivitasnya sendiri ada di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo. Latihan rutin menjadi santapan para pemain reog. “Kami tidak mematok tarif, yang penting kami bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan warga juga sudah senang” begitulah kira-kira yang ada di benak kepala Mbah Mo dan kawan-kawan ini.

Jaringan reog ponorogo sendiri terbilang tidak kecil atau sedikit jumlahnya. Di Jakarta Timur sendiri ada puluhan perkumpulan Reog Ponorogo yang satu dengan lainnya saling berkomunikasi dan bersilaturahmi. Beberapa kegiatan yang pernah diikuti sangat beragam, dari tingkat nasional sampai tingkat lokal di kampung-kampung. Salah satu kegiatan partai yang pernah diikuti adalah pentas reog ponorogo se-DKI Jakarta yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta di Lapangan Monas pada tahun 2003.

Harapannya ke depan, paguyuban reog ponorogo ini secara praktek dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai nasionalisme yang mempersatukan warga masyarakat di Indonesia pada umumnya, dan di Jakarta Timur pada khususnya. Karena bagaimanapun juga dengan semakin melesatnya perkembangan budaya asing yang tak jelas fungsi produktifnya bagi pembangunan mental bangsa Indonesia, maka paguyuban seperti ini dapat diharapkan menjadi salah satu benteng pertahanan akan eksistensi budaya bangsa Indonesia. Bukannya anti asing tetapi harus berkesuaian. (Red)

Tidak ada komentar :