Social Icons

Azas, Azas Perjuangan dan Taktik

BUNG KARNO :

Azas, Azas Perjuangan dan Taktik

BANYAK sekali yang masih mencampur adukkan antara azas, azas perjuangan dan taktik. Azas dikiranya azas perjuangan, begitu juga azas perjuangan dikiranya azas. Apakah azas? Apakah Azas Perjuangan? Apakah taktik?

Azas adalah dasar atau pegangan kita, yang walau lebur sampai kiamat terus menetukan ‘sikap’ kita, terus menentukan ‘duduknya nyawa kita’. Azas tidak dapat kita lepaskan, tidak boleh kita buang walaupun kita sudah mencapai Indonesia Merdeka, bahkan malahan sesudah tercapainya Indonesia Merdeka itu harus menjadi dasar caranya kita menyusun masyarakat. Azas kita adalah kebangsaan dan ke-Marhaen-an, sosio nasionalisme dan sosio demokrasi.

Timbulah pertanyaan, bagaimanakah kita melaksanakan azas itu? Jawabnya hanya satu, kita harus melaksanakan perjuangan, bergerak habis-habisan, hanyalah dengan inilah azas dapat dicapai. Misalnya non-koperasi (oposisi), machtsvorming (penggalangan), massa aksi, dll. Non-koperasi karena azas tak akan tercapai dengan bekerja sama dengan kaum sana, machtsvorming karena kaum sana tak akan memberikan ini dan itu kepada kita kalau tidak terpaksa karena macht (kekuatan) kita. Massa aksi oleh karena machtsvorming itu hanya bisa kita lakukan dengan massa aksi.

Bagaimanakah untuk membuat azas perjuangan berjalan sehebat-hebatnya? Taktik adalah segala perbuatan apa saja yang perlu untuk memelihara perjuangan. Taktik dapat dapat dijalankan, dirubah, dibelokkan, diputar, menurut keperluan sehari-hari. (Red)

Tidak ada komentar :