Social Icons

BERITA SOSOK

PANJI OPOSISI

Vol. 2/Mei 2008/Hal. 8

ORGANISASI RAKYAT

Sanggar Roda

DIBESARKAN ditengah gemuruhnya roda perekonomian yang bertalu-talu, antara Terminal Pulogadung dan pabrik-pabrik industri Pulogadung Cakung, serta bergumul ditengah kerasnya kehidupan masyarakat pinggiran di tengah kota, menjadikan Sanggar Roda yang berbasis di Warung Jengkol Kelurahan Rawaterate ini tampil dengan ke-khas-annya sebagai wadah perkumpulan kesenian anak-anak remaja yang kritis terhadap persoalan sosial. Dimulai dari kreasi bebas yang dimiliki anak-anak remaja, pada tahun 1996, anak-anak kampung yang bersekolah di SD-SLTP dan yang putus sekolah ikut kelompok belajar dengan pengajar dari SMA Santa Ursula dan belajar seni dan Teater di Bella Studio, Rawamangun, kemudian beranjak menuju ke sebuah organisasi seni yang lebih tertata lagi.





Dibawah asuhan Mbak Henny, pada tanggal 11 Maret 2000 lahir Sanggar Anak RODA, sebuah Wadah kreasi seni untuk anak-anak kampung. Sudah puluhan anak remaja berkiprah di sini, ada pula para orang tua tetangganya yang sengaja menitip anaknya untuk di asuh berkesenian, setidaknya untuk menghindari kenakalan remaja. Untuk acara pentas mungkin sudah cukup lengkap, dari pentas tingkat nasional yang dihadiri tokoh nasional sekelas acara DPP PDI Perjuangan, DPP Pemuda Demokrat Indonesia, Presidium GMNI, KIPP, LSM-LSM, dan masih banyak lagi, sampai pentas di kampung-kampung. “Pentas di kampung-kampung sangat penting dan rutin sifatnya karena menjaga watak kritis kerakyatannya”, ujar Mas Nano, salah satu penasehat Sanggar, “wadah sanggar ini sekaligus sebagai pendidikan nyata untuk anak-anak supaya tidak terjebak cara berfikir yang elitis, kalau masih muda saja sudah elitis bagaimana ke depannya” tambahnya penuh semangat.

Lagu-lagu yang dibawakanpun sarat dengan kritik akan kenyataan kehidupan yang semakin tidak adil dan penuh penindasan. Sebut saja lagu seperti Orang Tertindas, Mata Air Mata, Perjanjian dengan Bung Karno, Jeritan anak malam, Burung Berterbangan, dll. Dengan agenda latihan rutin setiap Selasa dan Kamis, mereka penuh semangat mengikuti berbagai arahan dari pengasuh. Banyak sih berbagai tawaran kerjasama, tetapi kami akan pilah, mana yang harus diterima dan mana yang harus tidak diterima, terkait dengan garis perjuangan, sedangkan pentas kerjasama dari pihak partai, sampai saat ini hanya PDI Perjuangan saja yang kami terima, karena sampai saat ini kami masih menyalurkan aspirasi politiknya melalui PDI Perjuangan, kebetulan banyak kawan-kawan PDI Perjuangan sering datang ke Pondok, imbuh Mbak Henny. Beberapa penghargaan yang pernah diraih diantaranya, Juara 3 Festival Musik Perspektif Arsistektur, Fak. Tekhnik Univ. Muhamadiyah Jakarta-2002, Juara 2 Trisakti Acoustic Season Univ. Trisakti-2004, Juara 1 Festival Seniman Jakarta, KIPP Jakarta-2004, Juara 1 Festival Lagu dan Puisi Bank Indonesia 2006.(Red)

Tidak ada komentar :