Social Icons

Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rejim Orde Baru (LPR KROB)

BERITA SOSOK
PANJI OPOSISI

Vol. 6/September 2008/Hal.8

ORGANISASI RAKYAT

Lembaga Perjuangan Rehabilitasi

Korban Rejim Orde Baru (LPR KROB)

DIDIRIKAN sebagai wadah perkumpulan dengan harapan guna mendapatkan rehabilitasi nama baik anggota-anggota. Berawal dari keterbukaan pasca turunnya Soeharto dari tampuk kekuasaan, kemudian beberapa perorangan melakukan komunikasi satu dengan yang lainnya, dan akhirnya di tahun 2000 lahirlah Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rejim Orde Baru (LPR KROB).

Seperti diketahui, bahwa LPR KROB merupakan sekumpulan korban politik pasca G30S 1965 yang masih beruntung lolos dari tragedi pembantaian massal kala itu. Menurut Ketua LPR KROB Jakarta Timur, H Endang Darsa, tujuan utamanya adalah mengembalikan motivasi hidup akan sikap putus asa yang menghinggapi berpuluh-puluh tahun para korban dan keluarganya. Jujur saja selama ini kita dianggap sampah masyarakat oleh rejim orde baru, KTP kami saja di cap Tapol/Napol, ujarnya.

Saat ini aktivitas lembaga ini membangun komunikasi antar anggota dan keluarga, bentuknya berupa pertemuan bulanan dengan jalan arisan dan pembentukan koperasi simpan pinjam, meskipun hanya kecil-kecilan. Ini sekaligus meneruskan perintis LPR KROB Jakarta Timur seperti, Nurdamwiajaya, Siam Samsuhari, dll.

Harapan sekaligus tuntutan kami saat ini tidak neko-neko, yaitu rehabilitasi nama baik kami, menegakkan kebenaran dan keadilan, syukur-syukut ini dapat meluruskan sejarah yang sudah dibelokkan. Kami ini dulunya adalah pejuang-pejuang kemerdekaan, loyalis Bung Karno, tetapi malah dijadikan penjahat oleh Soeharto, imbuh H. Endang Karsa, yang pernah aktif di Pemuda Rakyat, serta mendekam di penjara selama 7 tahun.

Diskriminasi masih dialami, contohnya saja dalam pengisian institusi pemerintahan, masih saja ada penyeleksian terhadap orang-orang yang dianggap terlibat G30S. Menurut Wahono, mantan aktivis Guru Rakyat Indonesia, saya sudah tua dan pernah dipenjara 13 tahun, harapannya sederhana, ingin melihat Indonesia yang berkeadilan secara politik dan ekonomi seperti cita-cita kemerdekaan. Mudah-mudahan generasi muda penerus bangsa dapat memahami ini. (Red)

Tidak ada komentar :